BACKPAKER KE PARAH

BACKPAKER KE PARAH

PERJALANAN BACKPAKER KE PARAH

BACKPAKER KE PARAH – Praha (Prague dalam bahasa Inggris) adalah pusat kerajaan Bohemia di masa lalu, dan kini adalah kota dengan keindahan yang unik di Eropa Tengah. Dialiri sungai Vltava, suasana yang Anda akan dapatkan di sini tidak akan Anda jumpai di tempat lain.

Bus FlixBus dari Dresden sampai pagi di terminal bus sentral Praha Florenc sebelum pukul 9, hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018. Di gedung (Hala) 2 terminal, ada penitipan tas yang bisa dibayar saat Anda mengambil kembali (bisa dalam Euro atau Koruna). Lepas dari tas berat, badan pun lebih ringan untuk menjelajah kota tempat syuting film Mission Impossible ini. Explorer Mode on! 🕵

Saya tidak menggunakan Metro (kereta bawah tanah) untuk menjelajah Praha, karena keindahan kota ini sepanjang titik A ke B sayang dilewatkan. Juga tidak menggunakan trem karena hanya ada di daerah-daerah historis yang toh jaraknya tidak jauh-jauh. Jadi saya full power sikil. 👣

Pertama-tama, saya ke arah barat untuk mencapai Old Town Square. Mulai terasa gaya arsitektur Bohemia khas Ceko. Di area ini ada dua bangunan historis: Gereja Tyn dan Praha Astronomical Clock. Menara kembar gereja Tyn yang menjulang tinggi sudah terlihat dari jauh. Saya tidak masuk ke dalam karena sesuatu hal yang saya sudah lupa; mungkin sedang renovasi. Sayang sekali.

Tapi ada yang lebih patut disayangkan. ASTRONOMICAL CLOCK YANG ATRAKSI UTAMA PRAHA ITU SEDANG PROSES RENOVASI TOTAL KETIKA SAYA DATANG. Sedih sekali. Jam astronomis ini ditutupi oleh scaffolding dengan gambar berukuran aslinya. Rekonstruksi jam besar yang memang sudah lama tidak diperbaiki ini diperkirakan selesai Oktober 2018, tepat perayaan 100 tahun Cekoslovakia (yang sekarang sudah pecah jadi dua negara).

Tapi OK, tidak apa-apa. Backpacker harus kuat. 💪💔

Juga ada monumen Jan Hus dan gedung Storch (gedung dengan lukisan unik yang anehnya dijadikan tempat pijat khas Thai) di sini.

Kemudian, karena Ceko menggunakan mata uangnya sendiri, saya menukarkan Euro ke Koruna (“Crowns”) di eXchange yang tidak jauh dari sini. Ingat! Jangan menukarkan uang sembarangan di Praha, bahkan di tempat-tempat yang terlihat “resmi” dan menawarkan “zero commission”. Anda bisa diberi mata uang negara lain atau malah dijuali dengan kurs yang tidak masuk akal. eXchange terkenal jujur; saya sangat rekomendasikan. 💶

Dari sini, saya agak melipir ke tenggara untuk mengunjungi Wenceslas Square, yang sebenarnya lebih tepat disebut “Wenceslas Boulevard”. Tempat ini adalah salah satu pusat turisme di Praha dengan pertokoan, restoran, dan monumen St. Wenceslas yang ada di ujung tenggara jalan. Ketika saya datang, cuaca masih terik sehingga kurang ideal untuk foto-foto. Saya putuskan kembali nanti malam.

Sedikit ke utara, ada Sinagoga Jerusalem. Arsitekturnya sangat unik dan berwarna-warni. Sayang tutup setiap hari Sabtu dan Minggu.

Perut saya yang belum sarapan ini mulai minta diisi. Saya kembali ke daerah Wenceslaus Square, mengikuti rel trem, ke sebuah bangunan dan menuju restoran/kantin Jidelna Svetozor. Tempat ini sangat khas Praha jaman dulu, baik suasananya, makanannya, maupun harganya (murah banget dibandingkan kota lain yang saya kunjungi). Mereka juga punya menu bahasa Inggris; sangat membantu di mana hanya sedikit orang berbahasa itu. Saya ambil baki, pilih menu yang saya mau, bayar, lalu bawa ke meja. Apa makanan saya? Steak babi panggang (maaf haram), potato dumpling, kubis asam manis, dan Coca Cola. Porsinya besar dan rasanya wuenak sekali. 🍖

Di dekat tempat ini, ada sebuah taman dimana Anda bisa duduk-duduk dan jalan-jalan santai, dengan sebuah air mancur minum gratis (cari Franciscan Gardens di Google Maps). Sangat berguna bagi backpacker kantong tipis semacam saya. 💧

Setelah itu, saya berjalan ke arah Barat, ke arah sungai Vltava. Di tepi sungai sebelah barat daya Old Town Square (ada bangunan unik berjulukan Dancing House), saya berjalan menyusuri ke utara, melewati beberapa bangunan bersejarah, sampai tiba di jembatan legendaris Charles Bridge. 🌉

Jembatan khusus pejalan kaki ini sangat ramai wisatawan. 30 patung berjejer sepanjang jembatan, bersama dengan banyak penjual suvenir, musisi jalanan, pelukis karikatur, dan banyak lagi.

Sesampainya di ujung barat, saya mencoba makan trdelnik, kue crispy khas Eropa Tengah, di sebuah toko bernama Trdlo. Saya minta yang isi coklat. Rasanya enak dan manis.

Mengikuti papan petunjuk, saya berjalan naik ke Prague Castle. Sebelum masuk ke kompleks istana, saya harus antri di security check. Tiket untuk masuk ke berbagai area khusus di dalam bisa dibeli di salah satu loket, tapi saya memilih untuk tidak beli tiket dan hanya mengunjungi tempat-tempat gratisnya saja. Bagian depan interior St. Vitus Cathedral bisa dikunjungi tanpa biaya. Sayangnya, bagian belakang luar katedral cantik ini sedang direnovasi saat itu (kenapa semua renovasi saat saya datang?!). Taman istana juga gratis untuk dikunjungi.

Puas mengelilingi kastil, saya mengunjungi Petrin Tower yang terlihat di bukit Petrin seberang. Perjalanan agak jauh dan menurun-menanjak ke selatan, tapi papan petunjuk arah tidaklah kurang di sepanjang jalan. Ada toilet umum di area menara. Dari atas menara ini, kita bisa mendapatkan pemandangan yang aduhai ke seluruh kota Praha (katanya, sih. Saya sendiri tidak naik). 🗼

Saya jalan memutar ke barat, melewati taman, beberapa beer garden, dan akhirnya sampai di kompleks Strahov Monastery. Anda bisa membeli tiket untuk masuk ke galeri dan perpustakaannya (terpisah). Saya sendiri tidak masuk, tapi seriously, coba Google Image “Strahov library”. Menurut saya sangat bagus dan layak dikunjungi, setidaknya untuk foto-foto. 📚

Selesai mengunjungi semua tempat di daftar saya, saya berjalan santai kembali ke Charles Bridge, dan menghabiskan sisa waktu untuk berjalan-jalan secara acak di kawasan Kota Tua Praha. Ada banyak pemandangan dan suasana yang menarik yang bisa Anda dapatkan dengan cara ini, khususnya ketika matahari mulai terbenam. Ada patung kepala Franz Kafka, novelis terkenal asal Ceko, yang bisa memutar. Gang-gang dan jalan kecil yang dikelilingi bangunan-bangunan klasik. Keindahan khas Bohemia.

Makan malam saya lakukan di restoran Havelska Koruna. Model pelayanannya mirip dengan Jidelna Svetozor, tapi kali ini Anda akan diberi struk saat pilih makanan, yang harus Anda bawa ke kasir saat keluar nanti untuk membayar. Harga, makanan, dan suasana di kantin/restoran ini juga sama menyenangkannya. Kali ini saya pesan goulash babi (maaf haram lagi) dengan bread dumpling dan Coca Cola. Slurp. 🍛

Mendekati malam, saya melewati Wenceslas Square lagi, kali ini saat matahari terbenam. Benar, pemandangannya lebih indah dengan lampu-lampu kota yang menyala. Terus ke arah utara dari sini, saya melewati stasiun kereta utama Praha, dan akhirnya sampai kembali ke terminal Florenc. Saya mengambil kembali tas di penitipan di Hala 2, lalu duduk sambil menunggu bus Regiojet malam saya datang. 🚌

Akhirnya bus datang. Saya naik, duduk, dan dengan diiringi suara “pramugari” yang memberi pengumuman, saya pun tertidur dalam perjalanan menuju tujuan saya berikutnya, Munich/Muenchen.

Selesailah satu hari saya di kota luar biasa ini. Silakan bertanya di comment bila ada yang kurang jelas